Minggu, 14 Agustus 2016

SEHARI MENJELANG DETIK-DETIK KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA



SEHARI MENJELANG DETIK-DETIK KEMERDEKAAN RI
Pada tanggal 16 Agustus 1945, Bung Karno dan Bung Hatta di bawa oleh sekelompok Pemuda ke Rengasdengklok yakni adalah sebuah tempat di sebelah Timur kota Jakarta. Maksudan dan tujuan para pemuda membawa kedua pemimpin tersebut adalah agar Bung Karno dan Bung Hatta segera mengumumkan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dengan secepatnya. Bung Karno dan Bung Hatta adalah merupaka sosok Pemimpin yang berwibawa besar dan berpendirian teguh. Dan beliau pun tidak mau dipaksa oleh para pemuda. Naumun beliau sangat memahami maksud dari para pemuda yang dibakar oleh kobaran semangat untuk merdeka.
Pada tanggal 16 Agustus Bung Karno dan Bung Hatta tepatnya pukul 04:00 sore, Mr Ahmad Soebarjo yang diantar oleh Yoesoef Koento menjemput Bung Karno dan Bung Hatta juga Ibu Fatmawati karena Ibu Patma wati pada waktu itu ikut ke Rengas Dengklok, pada jam 09:00 malam harinya rombongan  berangkat ke Jakarta  dan sekitar jam 11:00 malam tiba di Jakarta tepatnya di rumah kediaman Bung Karno tepatnya Jalan Pegangsaan Timut Nnomoe56, untuk mngantar Ibu Fatmawati kerumah, kemudian rombongan menuju kerumah Laksamana Tadashi Maeda yang menjadi perwira tertinggi angkatan laut Jepang dan sebagai teman dekat Mr Amad Soebardjo. di Jalan Imam Bonjol nomor 1 Jakarta. Sekitar pukul 02:00 dini hari tanggal 17 Agustus 1945 Bung Karno memimpin rapat Persiapan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (PPKI).
Dan Rapat berakhir sekitar jam 04:00 pagi menjelang sahur kebetulan pada waktu itu bertepatan dengan bulan suci Ramadlan.Pada rapat itu berhasil merumuskan Teks Proklamasi dan hasil kesepakatan seluruh anggota rapat, Bung Karno menyarankan agar teks Proklamasi itu ditanda tangani oleh seluruh anggota rapat, namun hasil musyawarah ditunjuklah atas nama Bangsa Indonesia adalh Bung Karno dan Bung Hatta, maka ditandatanganilah oleh Soekarno dan Hatta Atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi itu di rumuskan oleh  tiga orang yakni: 1. Bung Karno, 2. Bung Hatta, 3.Mr Ahmad Soebarjo, dan ditulis tangan oleh BungKarno kemudian diketik oleh Sayuti melik.
Dan kemudian Naskah Proklamasi itu Di Umumkam oleh Bung karno pada jam (10:00) sepuluh siang hari pada tanggal 17 Agustus 1945. Dan Peristiwa yang penuh hikmat itu disaksikan oleh para pelopor dan para pemuda di Jalan Pegangsaan timur nomor 56  Jakarta.

Selasa, 03 Mei 2016

Ki Sukma Bumi

 BUNGAH KAGIRI-GIRI BUNGAH ANU AMARWATA SUTA BUNGAH ANU TAYA PAPADANA



MUN TEAMAH KI SUKMA BUMI PARANTOS LAHIR TUR AYA TAQDIR AMPROK JEUNG KULA, KULA TANWANDE BAKAL NGUCAPSAMODEL KIEU:
"WILJENG MANCEN GAWE NGAMUMULE NAGARA SANGKAN SUBUR MAKMUR JADI HIJI BANGSA ANU ADIL SARENG BERADAB, CUNDUK WAKTU NURAHAYU NINGGANG MANGSA NUWALUYA ,NITI WANCI NU MUSTARI ,MALATI LIGAR NAATI, CAMPAKA MANGKAK NA DADA BALEBAT DATANG MANGSANA MEDAL KUNU MURBA WISESA NUJADI CUKANG GELAR IYEU DUNJA NYATAN PANGERAN  ROBBUL'IZATI, ULAH HAM-HAM ULAH HARIWANG ULAH TALANGKE HARARESE PRAK GERA JALANKEUN AMANAH TINU MURBAWISESA. NUDIPALAR MAJU SABARI TABAH...TABAH...TABAH...!". Dimana ayeuna ayana anjeun sukma bumi gening nu kapanggih masih can aya anu asli , nukapanggih masih Skma Bumi mamalihan.

Jumat, 22 April 2016

KEBANGKITAN KI SUKMA BUMI


KEBANGKITAN KI SUKMA BUMI



Marhaban…Marhaban….Marhaban…..Yaa Ki Sukma Bumi, Selamat mengemban AMANAH….!.
Wahai Penduduk Bumi Berbahagialah ….Berbahagialah… Karena “KISUKMA BUMI” Sang Penyelamat Dunia akan segera datang untuk membangkitkan ekonomi umat dan peradaban manusia, mari kita sambut dengan penuh damai dan kasih sayang, jadilah penduduk Bumi ini sebagai:
1.   Umat yang penuh Cinta, Kasih dan sayang,
2.   Umat yang penuh Kesabaran,
3.   Umat yang penuh Dedikasi,
4.   Umat yang penuh Kegigihan,
5.   Umat yang  Manusiawi dan yang AMANAH.
Agar Bumi ini tidak lagi banyak Musibah, agar penduduk Bumi ini tidak serba kekurangan, agar penduduk Bumi ini penuh dengan kedamaian.  Amiin…amiiin amiiiin…..!.
Insya Alloh Ki Sukma Bumi adalah salah seorang dari wali Abdal, sebagai salah seorang dari kesatria Pininggit, salah seorang dari Bocah Angon, salah seorang dari Paku BUMI,salah seorang dari Wali Amanah.